|
| MUTIARA_QU |
| Rabu, 16 Juli 2008 |
Hiasilah kehidupan ini dengan senyuman kerana ia melambangkan kehidupan yang harmoni. Say what you want to say when tou have the time,tomorrow maybe one day late. Oue deepest regrets are words unsaid and things undone. Nafsu mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya, akal mengatakan wanita Cantik atas dasar ilmu dan kepandaiannya, dan hati mengatakan wanita cantik atas dasar akhlaknya. Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar. Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan. Sahabat sejati menjadi pendorong impian. Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah. Sediakanlah waktu tertawa kerana tertawa itu musiknya jiwa, Sediakanlah waktu untuk berfikir kerana berfikir itu pokok kemajuan, sediakanlah waktu untuk beramal kerana beramal itu pangkal kejayaan, sediakanlah waktu untuk bersenda karena bersenda itu akan membuat muda selalu dan sediakanlah waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa. SAHABAT YANG BAIK ADALAH YANG ORANG YANG BERKATA BENAR, DAN BUKANNYA HANYA MEMBENARKAN KATA-KATA. “Wanita yang cantik tanpa pribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang bersinar-bersinar, tetapi tidak melihat apa-apa” “Kekecewaan mengajarkan kita arti kehidupan.Teruskan perjuangan kita walaupun terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup” JIKA ANDA BERSAHABAT BERSIAPLAH UNTUK BERKORBAN Tanda Orang Bijaksana Ialah Hatinya Selalu Berniat Suci; Lidahnya Selalu Basah Dengan Zikrullah; Matanya Menangis Kerana Penyesalan (Terhadap Dosa); Sabar Terhadap Perkara Yang Dihadapi Dan Mengutamakan Akhirat Berbanding Dunia. WANITA/PEREMPUAN DICIPTAKAN BUKAN DARI TULANG RUSUK ATAS UNTUK MEMERINTAH, BUKAN DARI RUSUK BAWAH UNTUK DIPIJAK, TETAPI TERLETAKNYA RUSUK ITU DI BAGIAN DADA DAN BERDEKATAN DENGAN TANGAN BERMAKNA TANGAN YANG MEMBELAI DAN HATI YANG MEMPUNYAI PERASAAN DAN KASIH SAYANG. ” Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.” (La Roche) “Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna utk menjelaskan perasaan. Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan” ” Hidup adalah gabungan antara bahagia dan derita. Ia adalah menguji keteguhan iman seseorang. Malangnya bagi mereka yg hanya mengikut kehendak hati tidak sanggup menerima penderitaan. ( Harieta Wahab) Hadiah Terbaik Kepada kawan - Kesetiaan Kepada musuh - Kemaafan Kepada ketua - Khidmat Kepada yang muda - Contoh terbaik Kepada yang tua - Hargai budi mereka dan kesetiaan. Kepada pasangan - Cinta dan ketaatan Kepada manusia - Kebebasan ” Jangan terlalu menyayangi seseorang, kelak kita akan membencinya. Jangan pula terlalu membenci seseorang,kelak kita akan menyayanginya.” “Usah tangisi akan perpisahan sebaliknya tangisi akan pertemuan. Tanpa pertemuan, maka tiadalah perpisahan” ” Berfikir secara rasional tanpa dipengaruhi oleh naluri atau emosi merupakan satu cara menyelesaikan masalah yg paling berkesan” ” Cinta itu apabila anda bertemu dan membuat pilihan yang tepat” ” Hiduplah seperti lilin menerangi orang lain, janganlah hidup seperti duri mencucuk diri dan menyakiti orang lain.” ” Dunia ini ibarat pentas. Kita adalah pelakunya. Maka berlomba-lombalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat” ” Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir” ” Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri” “Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari” - ( Saidina Ali) ” Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang” - (Saidina Ali) “Ingatlah, sabar itu iman, uang bukan teman, dunia hanya pinjaman dan mati tak berteman..” ” Lidahmu adalah bentengmu, jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu, dan jika engkau membiarkannya maka ia tidak akan mempedulikanmu” “Orang yg paling berkuasa adalah orang yg dapat menguasai dirinya sendiri” “Kita selalu lupa atau jarang ingat apa yang kita miliki, tetapi kita sering kali ingat apa yang ada pada orang lain.” “Fikirkan hal-hal yang paling hebat,Dan engkau akan menjadi terhebat. Tetapkan akal pada hal tertinggi, Dan engkau akan mencapai yang tertinggi.”
|
posted by BALAGOH @ 07.35   |
|
|
|
| Pribadi Muslim |
| Selasa, 27 Mei 2008 |
 |
posted by BALAGOH @ 12.30   |
|
|
|
| Koleksi Foto Kebesaran Allah |
|
| Artikel Islami | | 22 Maret 2005 - 20:00 | Koleksi Photo Kebesaran Alloh SWT (update)      | | dari berbagai sumber | | | | "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" [QS. Al- Fushshilat] Tidak semua peristiwa alam dapat dijelaskan dengan akal. Dalam koleksi ini disajikan keajaiban alam. Koleksi ini dikumpulkan sedikit demi sedikit dari internet. Jika anda merasa dapat memberikan tambahan keterangan pada koleksi di bawah ini, silahkan beri komentar anda !. Mohon bersabar apabila agak lambat, karena fotonya ditampilkan semuanya.. :) Gambar lainnya bisa dilihat di http://www.islamcan.com/miracles/index.shtml� LEBAH YANG MENULIS "ALLAHU" (Those who are familiar with Arabic will easily be able to identify what this beehive spells - "Allahu")  Akan terlihat dengan jelas lafal "Allah" pada batu permata tersebut bila disinari dengan cahaya  Mawar Merah di Angkasa "Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah belah lalu menjadilah ia mawar merah, berkilat seperti minyak" (Ar-Rahman: 37) Gambar di atas adalah gambar ledakan bintang di angkasa yang diperoleh NASA dengan Teleskop yang sangat canggih. Kejadian tersebut membuktikan kebenaran Al-Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu pada surah Ar-Rahman di atas   POHON YANG SEDANG RUKU This is a recently discovered phenomenon in a forest near Sidney. As you can see, the bottom half of the tree trunk is bowed in such a way that it resembles a person in a posture of Islamic prayer - the 'ruku'. Looking closer you can see the 'hands' resting on the knees. the most amazing thing is that the 'man' is directly facing the Kaaba, Mecca which is the direction Muslims all over the world face when in prayer. Sesungguhnya ALLAH Maha berkuasa dan dapat menjadikan apa saja yang pernah ataupun tidak pernah terfikir oleh manusia.Ini merupakan keajaiban alam ciptaan ALLAH.  THE FISH TESTIFIES THE PROPHET (S.A.W) The story of the fish began when Mr. Goerge Wehbi, a Christian Lebanese, was practicing his fishing hobby, in Dakar Senegal (the Capital of West Africa). He caught many fish. When the went home his wife saw among them a strange fish about 50cm length, with some arabic writing on it. He took it to Sheikh al-Zein, who read clearly what was writen in a natural way. That could not be done by a human being, but rather a Godly Creation which the fish was born with. He read "God's Servant" on its belly and "Muhammad" near its head, and "His Messenger" on its tail  LAA ILAA HA ILLALLAH WRITEN IN BRANCHES One brother on Germany wrote and sent this photo. "The branches clearly say in Arabic that- There is no god but Allah. This is said to be a scene on a piece of cultivated farmland in Germany. Many Germans have been said to have embraced Islam upon seeing this miraculous sight and that the German government put steel fences around the part of the farm to prevent people from visiting and witnessing this miraculous site" Lapadz "Alloh" yang terbentuk di telingan seorang bayi  Awan yang membentuk Lapadz "Alloh", kejadian ini diabadikan oleh seseorang di Mekkah  MEKKAH BERKILAU --Ini adalah hasil pencitraan dari IKONOS Satelite milik Space Imaging Inc, AS. Masjidil Haram yang 'diintai' oleh AS pada 31 Oktober 1999 itu menampilkan fenomena menakjubkan. Terlihat di gambar hanya bagian Masjidil Haram saja yang berkilau sementara bangunan di sekitarnya tampak lebih gelap. Subhanallah. (NASA Astronomy Picture of The Day) (sumber : http://www.spaceimaging.com/gallery/ioweek/archive/01-12-09/index.htm)  MOSQUE STILL STANDS AFTER EARTQUAKE IN TURKEY A mosque still stands amidst the rubble of collapsed buildings in this aerial view of a neigborhood in the western Turkish town of Golcuk, 60 miles east of Istanbul, August 19, 1999. The death toll from western Turkey's worst recorded eartquake surpassed 6,000, as hope waned of finding any of the thousands still missing under the mountains of rubble.   Menurut pemiliknya kalau dilihat dari dekat Gambar di atas menunjukkan kalimah "Lailahaillah" terbentuk pada seekor ikan sumber asli bisa dilihat di sini 
| |
posted by BALAGOH @ 08.15   |
|
|
|
| Makna Islam dan Iman |
| Sabtu, 24 Mei 2008 |
Tidak ada keberuntungan bagi umat manusia di dunia dan akhirat kecuali dengan Islam. Kebutuhan mereka terhadapnya melebihi kebutuhan terhadap makanan, minuman, dan udarah. Setiap manusia membutuhkan syari'at. Maka, dia berada di antara dua gerakan: gerakan yang menarik kepada perkara yang berguna dan gerakan yang menolak mara bahaya. Islam adalah penerang yang menjelaskan perkara yang bermanfaat dan berbahaya. . Agama Islam ada tiga tingkatan: Islam, iman dan ihsan. Dan setiap tingkatan mempunyai rukun. . Perbedaan Antara Islam, Iman dan Ihsan: Islam dan iman bila disebutkan secara bersamaan, maka yang dimaksud dengan Islam adalah amal perbuatan yang nampak, yaitu rukun Islam yang lima, dan pengertian iman adalah amal perbuatan yang tidak nampak, yaitu rukun iman yang enam. Dan bila salah satunya (yang disebutkan) maka maksudnya mengandung makna dan hukum yang lainnya. . Ruang lingkup ihsan lebih umum daripada iman, dan iman lebih umum daripada Islam. Ihsan lebih umum dari sisi dirinya; karena ia mengandung makna iman. Seorang hamba tidak akan bisa menuju martabat ihsan kecuali apabila ia telah merealisasikan iman. Ihsan lebih spesifik dari sisi pelakunya; karena ahli ihsan adalah segolongan ahli iman. Maka, setiap muhsin adalah mukmin dan tidak setiap mukmin adalah muhsin. . Iman lebih umum daripada Islam dari sisi dirinya; karena ia mengandung Islam. Maka, seorang hamba tidak akan sampai kepada tingkatan iman kecuali apabila telah merealisasikan Islam. Iman lebih spesifik dari sisi pelakunya; karena ahli iman adalah segolongan dari ahli Islam (muslim), bukan semuanya. Maka, setiap mukmin adalah muslim dan tidak setiap muslim adalah mukmin. - Pengertian Islam: Islam adalah berserah diri kepada Allah I dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan taat dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan pelakunya. Barangsiapa yang berserah diri kepada Allah I saja, maka dia adalah seorang muslim. Dan barangsiapa yang berserah diri kepada Allah I dan yang lainnya, maka dia adalah seorang musyrik. Dan barangsiapa yang tidak berserah diri kepada Allah I, maka dia seorang kafir yang sombong. - Rukun-Rukun Islam Rukun Islam ada lima: Dari Ibnu Umar t, ia berkata, "Rasulullah r bersabda, 'Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah I, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji, dan puasa Ramadhan." Muttafaqun 'Alaih. [1] . Pengertian Syahadah (laailaaha illallah): Manusia mengakui dengan lisan dan hatinya bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah I, dan sesembahan-sesembahan selain Dia I, maka ketuhanannya adalah batil dan ibadahnya juga batil. Kalimah syahadah tersebut mengandung nafi (meniadakan/menolak) dan itsbat (menetapkan). (Laa ilaaha), artinya menolak semua yang disembah selain Allah I, (Illallah) adalah menetapkan ibadah kepada Allah I saja, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam menyembah-Nya, seperti tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan-Nya. . Pengertian syahadah (Muhammad Rasulullah): Taat kepada Nabi r dalam perintahnya, membenarkan beritanya, menjauhi yang dilarangnya, dan dia tidak menyembah Alah I kecuali dengan cara yang disyari'atkannya. Pengertian Iman Iman: Engkau beriman kepada Allah I, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan engkau beriman kepada qadar (ketentuan) baik dan buruknya. Iman adalah ucapan dan perbuatan. Ucapan hati dan lisan, dan amal hati, lisan dan anggota tubuh, iman itu bertambah dengan taat dan berkurang dengan maksiat. . Cabang-cabang Iman: Dari Abu Hurairah t, ia berkata, "Rasulullah r bersabda, 'Iman terbagi lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Yang paling utama adalah ucapan laailaa ha illallah dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu termasuk satu cabang dari iman." HR. Muslim [2] . Tingkatan-tingkatan Iman: Iman itu memiliki rasa, manis dan hakekat. 1. Adapun rasanya iman, maka Nabi r menjelaskan dengan sabda-Nya: "Yang merasakan nikmatnya iman adalah orang yang ridha kepada Allah I sebagai Rabb (Tuhan), Islam sebagai agama, dan Muhammad r sebagai rasul." HR. Muslim[3] 2. Adapun manisnya iman, maka Nabi r menjelaskan dengan sabdanya: "Ada tiga perkara, barangsiapa yang ada padanya, niscaya dia merasakan nikmatnya iman: bahwa Allah I dan Rasul-Nya r lebih dicintainya dari apapun selain keduanya, dia tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah I, dan dia benci kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci dilemparkan dalam api neraka." Muttafaqun 'alaih. 3. Adapun hakekat iman, maka bisa didapatkan oleh orang yang memiliki hakekat agama. Berdiri tegak memperjuangkan agama, dalam ibadah dan dakwah, berhijrah dan menolong, berjihad dan berinfak. 1, Firman Allah I: إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ . الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ . أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal, . (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia. (QS. Al-Anfaal :2-4) 2, Firman Allah I: وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ ءَاوَوْا وَنَصَرُوا أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. (QS. Al-Anfal: 74) 3, Firman Allah I: إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللهِ أُوْلاَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. (QS. Al-Hujuraan :15) . Seorang hamba tidak bisa mencapai hakekat iman sehingga dia mengetahui bahwa apapun yang menimpanya tidak akan terlepas darinya dan apapun yang terlepas darinya pasti tidak akan menimpanya. . Kesempurnaan Iman: Cinta yang sempurna kepada Allah I Rasul-Nya memberikan konsekuensi adanya yang dicintainya. Apabila cinta dan bencinya hanya karena Allah I, sedang keduanya adalah amal ibadah hati. Dan pemberian dan tidak memberinya hanya karena Allah I, sedang keduanya adalah amal ibadah badan, niscaya keduanya menunjukkan kesempurnaan iman dan kesempurnaan cinta kepada Allah I. Dari Abu Umamah t, dari Rasulullah r bersabda, " Barang siapa cinta karena Allah, memberi karena Allah, dan melarang karena Allah I, niscaya dia telah menyempurnakan iman." HR: Abu Daud [4] Termasuk Perkara-Perkara Keimanan . Cinta kepada Rasulullah r: Dari Anas bin Malik t, ia berkata, 'Rasulullah r bersabda, 'Tidak beriman (semperna) seseorang di antara kamu sehingga aku lebih dicintainya dari pada ayahnya, anaknya, dan menusia sekalian." Muttafaqun 'alaih. [5] . Mencintai kaum anshar: Dari Anak t, dari Nabi r, beliau bersabda, " Tanda iman adalah mencintai kaum anshar dan tanpa nifak adalah membenci kaum anshar."Muttafaqun 'alaih [6] . Mencintai orang-orang yang beriman: Dari Abu Hurairah t, ia berkata, 'Rasulullah r bersabda, ' Kamu tidak bisa masuk surga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman sehingga kaum saling mencintai. Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang apabila kaum lakukan niscaya kalian saling mencintai, tebarkanlah salam di antara kamu." HR. Muslim [7] . Mencintai saudaranya sesama Islam: Dari Anas bin Malik t, dari Nabi r, beliau bersabda, " Tidak beriman (sempurna) seseorang kamu sehingga dia mencintai saudaranya –atau tetangganya- apa yang dia cintai untuknya dirinya." Muttafaqun a'alaih [8] . Mencintai tetangga dan tamu, serta tidak bicara kecuali tentang yang baik: Dari Abu Hurairah t, dari Rasulullah r, beliau bersabda, " Barang siapa beriman kepada Allah I dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barang siapa yang berimana kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia memuliakan tamunya." Muttafaqun 'Alaih. [9] . Memerintahkan yang ma'ruf dan melarang yang mungkar: Dari Abu Sa'id al-Khudri t, ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah r bersabda, 'Barang siapa di antara kalian melihat yang mungkar (yang dilarang agama) hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka (hendaklah dia merubahnya) dengan lisannya. Jika ia tidak mampu, maka (hendaklah dia merubahnya dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman." HR. Muslim. [10] . Nasehat: Dari Tamim ad-Darimi t, bahwasanya Nabi r bersabda, " Agama adalah nasehat.' Kami bertanya, 'Untuk siapa?' Beliau menjawab, 'Untuk Allah I, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan umat Islam secara umum." HR. Muslim. [11] . Iman adalah amalan yang paling utama: Dari Abu Hurairah t, sesungguhnya Rasulullah r ditanya: ' Apakah amalan yang paling utama?' Beliau menjawab, 'Iman kepada Allah I dan Rasul-Nya.' Beliau ditanya lagi, 'Kemudian apa?' Beliau menjawab, 'Jihad di jalan Allah I.' Beliau ditanya lagi, 'Kemudian apa?' Beliau menjawab, 'Haji yang mabrur." Muttafaqun 'Alaih. [12] . Iman bertambah dengan taat dan berkurang dengan perbuatan maksiat: 1- Firman Allah I: Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu'min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). (QS. Al-Fath :4) 2- Firman Allah I: Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata :"Siapa di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?". Adapun orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. (QS. At-Taubah :124) 3- Dari Abu Hurairah t, bahwasanya Rasulullah r bersabda, " Tidak berzinah orang yang berzinah saat berzinah sedangkan dia dalam keadaan beriman. Tidak mencuri orang yang mencuri saat dia mencuri sedangkan dia dalam keadaan beriman. Dan tidak meminum arak (orang yang meminumnya) saat dia meminum sedangkan dia dalam keadaan beriman." Muttafaqun 'alaih. [13] 4- Dari Anas bin Malik t, dari Nabi r, beliau bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang pernah berkata: 'Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat rambut. Akan keluar dari neraka orang yang pernah berkata: 'Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah' dan di hatinya ada kebaikan seberat biji gandum. Dan akan keluar dari neraka orang yang pernah berkata:'Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji sawi (atom)." Dan dalam satu riwayat: 'iman' di tempat 'kebaikan'. . Amal perbuatan orang kafir yang dilakukannya sebelum Islam: 1- Apabila orang kafir masuk Islam, kemudian ia berbuat baik, maka segala keburukan diampuni untuknya, karena firman Allah I: Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu :"Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu". (QS. Al-Anfaal :38) 2- Dan segala amal kebaikan (yang dilakukannya semasa kufur) diberikan pahala kepadanya, berdasarkan riwayat bahwa Hakim bin Hizam t bertanya kepada Rasulullah r: 'Bagaimana pendapatmu terhadap beberapa perkara (kebaikan) yang pernah saya lakukan di masa jahiliyah, apakah ada balasannya untuk saya?' Rasulullah r bersabda kepadanya:' Kamu masuk Islam bersama kebaikan yang pernah kamu lakukan."Muttafaqun 'Alaih. [14] 3- Dan (sebaliknya) barang siapa yang masuk Islam, kemudian melakukan dosa, maka dia disiksa dengan (dosa) pertama dan yang terakhir. Berdasarkan sabda Nabi r: ' Barang siapa yang berbuat di masa Islam, niscaya tidak disiksa karena perbuatan buruk yang dia lakukan di masa jahiliyah. Dan barang siapa yang berbuat kejahatan di masa sesudah Islam, niscaya dia disiksa karena (dosa) yang pertama dan terakhir." Muttafaqun 'Alaih. [15] [1] HR. Bukhari no. 8 dan ini adalah lafazhnya dan Muslim no. 16 [4] Hasan/ HR. Abu Daud no. 4681, Shahih Sunan Abu Daud no. 3915. Lihat, as-Silsilah ash-Shahihah no 380 [5] HR. al-Bukhari 15 dan ini adalah lafaznya, dan Muslim no. 44 [6] HR. al-Bukhari no. 17 dan ini adalah lafazhnya, dan Muslim no 74 [8] HR. al-Bukhari no. 14 dan Muslim no. 45, ini adalah lafazhnya. [9] HR. al-Bukhari no (6018) dan Muslim no. 48 dan ini adalah lafazhnya. [12] HR. al-Bukhari no. 26 dan ini adalah lafazhnya, dan Muslim no 83. [13] HR. al-Bukhari no. 2475 dan Muslim no. 57 dan ini adalah lafazhnya. [14] HR. al-Bukhari no. 1436 dan Muslim no. 123 dan ini adalah lafazhnya. [15] HR. al-Bukhari no. 50 dan Muslim 8 dan ini adalah lafazhnya. |
posted by BALAGOH @ 21.08   |
|
|
|
| |
| Selasa, 13 Mei 2008 |
Marilah bersama kita renungkan kata-kata ini. Semoga segala perlakuan kita semua akan sentiasa diberkati dan dirahmati oleh Allah SWT pada setiap masa dan ketika. * Di dalam hidup manusia, yang penting ialah BERKAT. * Bila hidup kita berkat, diri ini akan selamat. * Apabila diri selamat, rumahtangga jadi sepakat. * Apabila rumahtangga jadi sepakat, masyarakat jadi muafakat. * Apabila masyarakat jadi muafakat, negara kita menjadi kuat. * Apabila negara menjadi kuat, negara luar jadi hormat. * Apabila negara luar jadi hormat, permusuhan pun tersekat. * Apabila permusuhan tersekat, pembangunan pun meningkat. * Apabila pembangunan pun meningkat, kemajuan menjadi pesat. ……. TETAPI AWAS, apabila pembangunan meningkat, kemajuan menjadi pesat, kita lihat bangunan naik bertingkat-tingkat. * Ditengah-tengah itu, tempat maksiat tumbuh macam kulat. * Apabila tempat-tempat maksiat tumbuh macam kulat, * KETIKA ITU manusia mula mengubah tabiat. * Apabila manusia telah mengubah tabiat, * ada yang jadi lalat ada yang jadi ulat. * Apabila manusia dah jadi ulat, sembahyang makin hari makin liat. * Apabila sembahyang jadi liat, orang baik ada yang bertukar jadi jahat. * Apabila orang baik bertukar jahat, orang miskin pula nak kaya cepat. * Apabila orang miskin nak kaya cepat, orang tua pula nak mati lambat. * Apabila orang tua nak mati lambat, tak dapat minum madu telan jer la * minyak gamat. * Yang lelaki, budak budak muda pakai seluar ketat. * Semua nak tunjuk kuat. * Bila berjudi, percaya unsur kurafat. * Tapi hidup pula yang melarat. * Tali kasut dah tak berikat. * Rambut pun jarang sikat. * Yang perempuan, pakai mini sekerat. * Suka pakai baju ketat. * Suka sangat menunjukkan pusat. * Hingga tak pedulikan lagi batasan aurat. * Pakai pulak yang singkat-singkat. * Kadang-kadang ternampak benda ‘bulat’. * Bila jadi macam ini, siapa lihat pasti tercegat. * Silap gaya jadi gawat, bohsia bohjan lagi hebat. * Duduk jauh berkirim surat. * Bila berjumpa, tangan berjabat. * Kemudian pakat lawan peluk siapa erat. * Masa tu, nafas naik sampai tersekat-sekat. * Usah peduli agama dan adat. * Usah takut Allah dan malaikat. * Yang penting apa kita nak buat? * Kita ‘bukti’ lah kita buat. * Akhirnya perut kempis dah jadi bulat. * Apabila perut kempis dah jadi bulat, maka lahirlah pula anak-anak yang tak cukup sifat. * Bila anak-anak tak cukup sifat, jam tu kita tengok bayi dibuang di merata tempat. * MAKNANYA KETIKA ITU, IBLIS MULA MELOMPAT. * Dia kata apa? Habis manusia dah masuk jerat. * Habis manusia telah tersesat. * Inilah dia fenomena masyarakat. * Oleh itu wahai saudaraku dan para sahabat, * Marilah kita pakat mengingat, * Bahawa dunia hari ini makin singkat, * Esok atau lusa mungkin kiamat, * Sampai masa kita semua akan berangkat! . * Berangkat menuju ke negeri akhirat. * Di sana kita akan ditanya apa yang kita buat. * Masa tu, sindri mau ingat. * Umur mu banyak mana mu buat ibadat…? * Zaman muda mu, apa yang telah mu buat…? * Harta benda anta, dari mana anta dapat…? * Ilmu anta, adakah anta manafaat…? Semoga ianya dapat mengingatkan kita supaya segera meninggalkan maksiat dan memperbanyakkan ibadat. |
posted by BALAGOH @ 08.11   |
|
|
|
| |
| Jumat, 09 Mei 2008 |
Taklid datangnya dari perkataan al-qilaadah, yang bermaksud rantai yang diikat seseorang kepada seseorang yang lain. Manakala dari istilah, ia bermaksud; Amalan yang berdasarkan pendapat seseorang sahaja, tanpa disertakan dengan dalil-dalil. [1]Isu taklid dan ijtihad ini sebenarnya sudah lama diperbahaskan. Antara ulama yang lantang dalam mewajibkan taklid adalah Syeikh As-shawi al-Maliki [2], penulis kitab al-Haasyiyah(komentar) terhadap kitab asy-Syahr asy-Shagir iaitu kitab Syeikh Dardir. Manakala ulama-ulama kontemporari pula antaranya; Syeikh Muhammad Zahid al-Kutsari dalam kitabnya al-laa Mazhabiyah Qantharah ilaa al-laa Diiniyah, Syeikh Muhammad al-Hamid dan Syeikh Muhammad Said al-Bouthi dalam kitabnya al-laa Mazhabiyah Akhtar Bid'ah Tuhaddidu Asy-Syariah al-Islamiyah. Manakala ulama yang tidak mewajibkan bertaqlid juga ramai, antaranya; Imam Syaukani dalam kitabnya Irsyaad al-Fuhul, as- Sail al-Jaraa, Abu Muhammad bin Hazm dalam kitabnya al-Ahkam fi Usul al-Ahkam. Manakala ulama kontemporari pula dari kalangan ahli-ahli hadith, antara yang terkenal ialah Muhadithin Muhammad Nasirudin al-Bani.
Bersederhana
Perbahasan-perbahasan para ulama ini menghasilkan beribu pengetahuan kepada umat Islam. Namun ia tidak lari dari kesilapan dan kesalahan. Oleh sebab itu, untuk mewajibkan pun tak boleh, nak membenarkannya secara mutlak pun tak boleh. Hal ini telah menarik perhatian Al-Imam Yusuf al-Qardhawi dalam menyelesaikan perkara ini secara baik dan mantap. Penyelesaiannya ialah BERSEDERHANA.
Imam Yusuf al-Qardhawi mengatakan bahawa tidak boleh mewajibkan taklid secara mutlak dan tidak mengharamkannya secara mutlak. Tetapi membenarkannya(bertaklid) kepada orang-orang tertentu dan mengharamkannya kepada orang tertentu.
Imam Yusuf al-Qardhawi memetik kata-kata as-Syahid Imam Hassan al-Bana(bapa mertua Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al-bouthi). Katanya : "Bagi setiap muslim yang belum mampu untuk menganalisis dalil-dalil hukum syariat Islam, maka hendaklah dia mengikut(ittiba') salah seorang imam dari imam-imam kaum muslimin. Alangkah baiknya jika ia berusaha untuk mengetahui dalil-dalil tersebut sesuai mengikut kadar kemampuannya dan menerima setiap hukum yang disertakan dengan dalil. Manakala, jika mereka yang berilmu hendaklah memenuhi kekurangannya dalam hal ilmu agama. Sehingga membolehkan dia ke tahap kelayakan untuk menganalisis sesuatu hukum". [3] Ittiba' iaitu mengikuti dengan dalil
Kalau kita teliti ucapan as-Syahid Imam Hassan al-Banna, kita akan menjumpai perkataan "mengikuti(ittiba') bukan taqlid. Sebenarnya perkatan ittiba(mengikut) itu lebih utama dan baik dari menggunakan perkataan taklid. Al-Quran sendiri menggunakan perkataan ittiba' dalam perkara yang terpuji dan dalam perkara yang disyariatkan. Misalnya dialog antara Nabi Ibrahim dengan ayahnya, Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. [4] Intipati ayat ini adalah menyuruh agar seseorang yang tidak berilmu, MENGIKUTI orang yang berilmu. Selain itu perkataan Ittiba' ini juga dikhabarkan Allah dalam surah yang lain: Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" [5]Taklid tidak disyariatkan Makna taklid ini juga pernah dikomentar oleh Abu Abdullah bin Khuwaiz Mindad al-Bashari al-Maliki, beliau berkata "Makna Taklid secara syariat adalah merujuk kepada perkataan yang tidak memiliki hujah dari pengucapannya. Hal ini dilarang menurut syariat. Sedangkan ittiba'(mengikut) adalah perkataan yang telah ditetapkan oleh Hujjah"
Maksudnya disini, taklid adalah mengikut sesuatu pendapat tanpa disertakan dengan dalil-dalil syariat. Mudah kata, mengikut membabi buta! Dan cara ini tidak dibenarkan dalam Islam. Sesuatu pendapat untuk diikuti haruslah disertakan dengan dalil, dengan cara itu ia dibenarkan dalam islam itulah dinamakan ittiba'. [6]Tidak ada kepuasan dan tidak melahirkan ketenangan Akhir sekali memetik kata-kata dari Syeikh Wahbah al-Zuhaili:
Mengetahui hukum syara' di bidang fiqh tanpa dalil dan hujah tidak akan menimbulkan kepuasan fikiran dan kenikmatan jiwa serta tidak akan melahirkan ketenangan kepada mereka yang berilmu dan orang yang menuntut ilmu. Dengan kata lain ilmu yang disertakan dengan dalil akan mengeluarkan seseorang daripada ikatan taqlid buta yang dicela oleh al-Qur'an kepada ikutan dalam keadaan sedar dan mengetahui seperti yang disyaratkan oleh imam-imam yang kita terima ilmu pengetahuan daripada mereka. Selain itu, dalil dan hujah merupakan roh kepada fiqh. Mempelajarinya adalah menjadi latihan dan pendidikan akal serta dapat memupuk bakat orang yang mempunyai ilmu di dalam bidang ini. [7]
1] Imam Syaukani dalam kitab as-Sail al-Jarraar
[2] Ulama yang sezaman dengan Imam Syaukani. [3] Kaifa nata'mal ma'a thurath wa tamazhab wal ikhtilaf-Yusuf al-Qardhawi [6] rujuk al-Jami' Bayan al-Ilmi wa fadhihi [7] Fiqh dan Perundangan Islam, jld. 1
|
posted by BALAGOH @ 11.02   |
|
|
|
| |
|
Lucu ya... duit RM50 kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak derma masjid, tapi begitu kecil bila dibawa ke StarHill, MegaMall dan seangkatan dengannya...
Lucu ya.. 30 minit terasa begitu lama untuk berzikir, tetapi begitu pendek untuk menonton drama2 di televisyen...
Lucu ya... betapa lamanya 2 jam berada di masjid, tetapi betapa cepatnya 2 jam ketika menonton wayang di panggung.
Lucu ya...susah sunggu merangkai kata untuk dipanjatkan doa ketika solat, tapi betapa mudahnya cari bahan bersembang bila bertemu kawan-kawan.
Lucu ya... betapa seruan dan teriakan yang berpanjangan waktu perlawanan bola sepak, tapi betapa bosannya bila imam solat terawikh bulan Ramadhan lama dan panjang.
Lucu ya...susah sangat baca al-Quran 1 juzuk saja, tapi majalah hiburan dan novel best seller 100 halaman pun habis ditelaah.
Lucu ya...orang berebut depan untuk menonton bola dan konsert, tapi berebut saf paling belakang bila solat Jumaat supaya boleh cepat keluar |
posted by BALAGOH @ 10.56   |
|
|
|
|
|
| Jumat, 02 Mei 2008 |
Pak Asikin, seorang Guru SD yang kreatif namun pelupa, suatu saat mendongeng pada murid-muridnya. "Anak-anak... Di sebuah hutan di suatu masa ada pemuda yang suka berburu bernama Malin Kundang ..." Seorang muridnya yang kritis, tahu kalau Pak Asikin keliru, sehingga ia menyela "Maaf, Pak... Pemburu itu "kan mestinya bernama..." "Sssttt ... Jangan memotong dulu ... Kalau mau bertanya nanti saja ..." sergah Pak Asikin. "Nah, saya teruskan ya ... Suatu hari si Malin Kundang sedang berburu, dan di tengah hutan ada suatu telaga. Nah di tengah telaga itu dia melihat 7 bidadari sedang mandi ... Dia pun mengintip ke-7 bidadari itu dari balik sebuah pohon besar" Sementara murid-muridnya mulai senyam-senyum, sadarlah Pak Asikin bahwa ia keliru. Tapi ia terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya. Setelah berpikir sejenak, ia pun mendapat ide ... "Namun kemudian salah seorang bidadari terkejut melihatnya dan berseru : 'Hei Malin Kundang, ngapain kamu di situ ...Seharusnya kan Jaka Tarub yang ngintip kami di situ ... '" |
posted by BALAGOH @ 11.17   |
|
|
|
| |
| Kamis, 01 Mei 2008 |
|
posted by BALAGOH @ 03.13   |
|
|
|
| |
|
Pada suatu tempat dan suatu hari,saya pernah bertemu dengan seseorang yg munafiq terhadap agama. Ketika itu kami sedang duduk berdekatan pada sebuah bangku panjang,dan tiba2 diapun langsung bertanya kepada saya : “ Saya heran dengan orang Islam ! kenapa ? Tanya saya ! lalu diapun menjawab : kenapa ya,katanya orang islam itu harus ikhlas dan pasrah dg qodlo dan qodar yg telah Allah berikan kepada kit a,dengan tidak merubah bentuk apapun yg telah terjadi pada tubuh kita,diantaranya tdk boleh mengganti alat vital kita,tapi ko Islam malah mewajibkan umatnya utk disunat ??? sayapun tidak langsung menjawab dan tetap diam dengan pertanyaanya,dan kebetulan pada waktu itu saya mempunyai 2 buah pisang yg baru saya beli dari pasar,sayapun langsung tawarkan dia sebuah pisang untuk dimakan,dan dia mau utk menerimanya,ketika pisang akan dikupas kulitnya dan dia mau makan pisang itu,sayapun langsung tegur dia : “ klu pisang memang sudah ketentuan dari Allah ngapain harus kau kupas kulit pisang itu bukankah kita tdk boleh mengubah bentuk apapun yg telah diberikan Allah ? “ diapun menjawab : “ kulit pisangkan kotor dan tdk sehat utk dimakan,maka saya jawab lagi : “ klu memang kulit pisang itu kotor dan harus dibuang,begitu pula pada alat vital manusia”, ada sebuah kulit yg dapat menyimpan kotoran dan besar kemungkinan sumber dari penyakit,makanya harus dibuang. Kalau Islam mewajibkan utk disunat,karena memang ada kaitanya dengan ibadah,jika alat vital manusia tdk buang maka kulit itu akan menyimpan banyak kotoran dan najis,sedangkan ibadah itu harus bersih dari kotor dan najis,maka orang itupun dengan rasa malu langsung pergi menghindari dari saya. |
posted by BALAGOH @ 02.12   |
|
|
|
|
|